DUHHH, MALU NIH RUMAH BERANTAKAN (Dinding Rumah Bersih Vs Menyelamatkan Kreatifitas Anak)

GRADUATION ANANDA ALIFA KIDS (Modal Kesuksesan : KARAKTER DIRI)
20/05/2018
MAMPU BEREMPATI SEJAK DINI (Karena Hidup Bukan Hanya Tentang Diri Sendiri)
29/05/2018

Ayah Bunda,

Memiliki Ananda usia dini di rumah dan berharap semua keadaan rumah tertata rapi dan bersih itu punya tantangan tersendiri yha…

Tak jarang yang terjadi adalah rasa kesal dan berakhir marah atau melarang anak melakukan ini itu yang memang menjadi kebutuhan mereka : mengeksplorasi

 

Mencoret dinding bukanlah aktifitas tanpa makna, bukan pula karena ia harus menjadi seorang pelukis. Banyak kemampuan yang sedang distimulus melalui aktifitas yang dianggap mengganggu ini.

Rumah yang banyak larangan hanya akan menjadikan anak sosok yang takut dan dikemudian hari Ayah Bunda akan kebingungan sendiri dan bertanya-tanya :

“Kenapa anak saya ini terlalu pasif”

 

 

Bagaimana sebaiknya menyikapi hal ini ?

Berikut tips sederhana untuk Ayah Bunda :

 

  1. Sediakan dinding khusus yang menjadi area untuk Ananda boleh menuliskan, menggambar apapun. Namun menyediakan dinding ini diperlukan komunikasi lisan dan visual. Sampaikan apa yang menjadi kesepakatan, beri tanda yang mudah dipahami anak bahwa dinding itu miliknya.

 

Ayah Bunda dapat menempelkan kertas stiker besar yang bisa ditulis/ diwarnai.  Dinding tersebut juga bias berupa “blackboard” raksasa tempatnya menuliskan ‘mahakarya’nya. Jangan lupa dibekali dengan kapur tulis non toxic yha, Ayah Bunda

 

  1. Jika Ananda masih ditahap yang belum mampu konsisten berkreasi di dindingnya, tahan diri, maklumi. Reaksi orangtua yang melarang berlebihan akan menjadi trauma tersendiri bagi anak. Membangun kesepakatan itu butuh waktu.

 

Seringnya orangtua melarang karena khawatir kondisi rumah menjadi tak tertata rapi. Ayah Bunda, siapapun yang berkunjung ke rumah dan melihat bahwa rumah tersebut memiliki anak usia dini, mereka akan memaklumi dan hal ini hampir terjadi di seluruh keluarga.

 

Secara perlahan, ajak Ananda berpindah ke bagian dinding yang memang sudah disiapkan untuk mereka.

 

  1. Sediakan waktu dan perhatian yang khusus dan sungguh-sungguh untuk Ananda. Tanyakan apa yang sedang dan telah ia buat, minta ia menceritakan, dengarkan imajinasinya.

 

Percayalah Ayah Bunda, orang dewasa akan sangat terkesan dengan jiwa mungil yang sering memiliki imajinasi hebat dan emosional. Momen ini menjadi ajang yang akan menumbuhkan kesadaran dan kerelaan orangtua bahwa satu kaleng cat rumah tak ada apa-apanya dibandingkan dengan mahakarya yang sedang Ananda ciptakan.

 

Nah Ayah Bunda,

Moga tips singkat ini bermanfaat. Memiliki anak usia dini artinya akan ada ‘wallpaper” raksasa di rumah yang punya banyak cerita. Menjadikan rumah sebagai ‘rumah’ bagi jiwa anak adalah langkah awal agar ia menyadari bahwa ia memiliki sumberdaya dan tempat pulang, karena rumah telah menjadi tempat yang membuat jiwanya nyaman.

Di Alifa Kids, ruang kelas menjadi dinding yang berisikan mahakarya Ananda. Setiap minggu mahakarya itu berganti-ganti. Karena setiap anak butuh diapreasiasi dan butuh bangga akan karyanya. Kepercayaan diri ditumbuhkan dengan kesempatan sederhana seperti ini.

Selamat menciptakan ruang belajar raksasa di rumah masing-masing yha, Ayah Bunda. Sesi usia dini hanya terjadi satu kali dan tak terulang lagi.

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat