KEHEBATAN MATERI VS KARAKTER DIRI (Sebuah Renungan untuk Keluarga)

PROSES BELAJAR ANANDA IBRAHIM (Aku Mampu Berlatih Mandiri)
30/10/2019
KESEHATAN MENTAL ORANG TUA (Tantangan di Sosial Media)
04/11/2019

Ayah Bunda,
Mungkin tanpa sadar, semakin hari hidup kita semakin terjebak dalam tolak ukur yang matrealistis. Segalanya dijengkali dengan materi. Banyak yang berlomba-lomba agar terlihat hebat dan menjadi hebat secara materi. Abai pada kebutuhan diri yang hakiki, menghalalkan segala cara untuk mencapai sesuatu yang fana, sementara…

Anak-anak pun akhirnya kita didik untuk pencapaian tersebut. Tak sedikit orang tua yang khawatir berlebihan akan hal ini. Anak-anak digegas demi memastikan bahwa hidupnya secara materi bisa di level hebat, demikian tolak ukur masyarakat.

Orang-orang yang memiliki materi berlebih, cenderung dihargai. Orang-orang yang jujur, bersemangat, senang menolong dan kebaikan-kebaikan budi lainnya tak mendapat tempat setinggi tempat bernama “hebat mencapai materi”.

Agaknya, kita perlu diam sejenak…

Mundur dari kebisingan di luar sana, terlebih sosial media yang tak henti-henti membanjiri dengan standar kehebatan matrealistis ini.
Hening dan bercakap dengan diri sendiri, bertanya tentang apa sejatinya yang ingin dicapai selama hidup di muka bumi…?
Hening dan bercakap dengan diri, sudah jelaskan apa yang menjadi cita-cita keluarga yang esensial…?
Akan dibawa ke mana anggota keluarga…?
Kebaikan-kebaikan apa yang sebetulnya benar-benar kita inginkan…?
Sebatas memuaskan tuntutan kehebatan versi masyarakat ataukah kembali pada standar kehebatan versi Sang Pencipta…?
Atas segala yang jadi bahan percakapan ini, adakah yang benar-benar bisa menyelamatkan diri dan keluarga ketika nanti berjumpa Sang Pencipta dan Dia Ridho dengan segala upaya selama kita di dunia…?

Ayah Bunda,
Mengikuti segala tuntutan dunia tak ubah seperti meminum air laut, makin diminum makin haus…
Memang tak salah menikmati dunia, namun jangan sampai dunia yang menjadi Tuan, dan kita yang menjadi hamba…
Segala sumberdaya di dunia mestinya membuat kita menjadi hamba yang semakin dicintai Sang Pencipta…

Selamat merenung dan bercakap-cakap dengan diri dan pasangan yha, Ayah Bunda…
Segala pemikiran dan keputusan orang tua, akan berdampak kepada cara kita memperlakukan Ananda…

Mari pandang kehebatannya selaras dengan standar kehebatan menurut penciptanya…
Hebat ketika ia menjadi wakilNya dan totalitas dalam pengabdian kepadaNya…
Kehebatan yang nyaris tak bisa diukur dengan materi…

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat