Kenapa Penting Mampu Makan Sendiri?

OPEN HOUSE ALIFA KIDS KARAWITAN
15/03/2018
KOQ ANAK SAYA GA SECERDAS ANAK LAINNYA? (Menjawab Keresahan Orangtua)
13/04/2018

Ayah Bunda,

Aktifitas makan sejatinya adalah bagian dari proses tumbuh kembang Ananda yang banyak hal sedang ditumbuhkan di dalam proses tersebut. Mungkin sebagian besar orang tua merasa kurang nyaman melihat makanan yang berceceran, mulut belepotan ataupun khawatir tidak dihabiskan. Sehingga tidak sabar lantas menyuapi, berkali-kali mengelap mulutnya, berkali-kali mengutip ceceran makanan.

 

Ayah Bunda,

Reaksi di atas tanpa disadari telah menghentikan inisiatif Ananda untuk belajar.

Apa saja yang sedang Ananda pelajari dalam proses makan ?

 

  1. Merasakan sensasi makanannya sendiri. Ananda mengeksplorasi (membaui, melihat, memegang/ merasakan tekstur makanan, mendengar bunyi dari jari/ sendok yang mengetuk piring/ makanan tekstur keras seperti biskuit yang menyentuh piring/ alat makannya, dan mengecap dalam mulut tentang rasa makanan).
  2. Mengasah “alarm” dalam tubuhnya, sehingga mampu menyadari kapan waktunya kenyang dan lapar. Memaksakan apa yang baik bagi anak tanpa meminta pendapatnya sama saja dengan mengambil hak merdeka atas tubuhnya. Sehingga tak heran jika kelak dewasa ia akan lemah dalam mempertahankan dirinya.
  3. Berdaya untuk menyuap makanan dengan tangannya sendiri. Efek jangka panjang, ia akan mampu mengelola kebutuhannya, lebih mandiri dan berani mengambil keputusan serta bertanggungjawab terhadap hal yang terjadi dalam hidupnya.
  4. Menunjukan keinginan melakukan yang orang dewasa lakukan/ imitasi positif, misal: makan sendiri, membersihkan tempat kotor, makan makanan yang sehat dan makan duduk di meja makan. Orang tua adalah contoh bagi anak, bagaimana kebiasaan kita di rumah akan menjadi pondasi bagi keluarga Ananda di masa mendatang. Jika orang tua ingin agar Ananda bisa hidup dengan sehat dan produktif, maka mulailah memberi contoh tentang pola hidup sehat dan memilih makanan sehat.
  5. Proses yang menyenangkan saat makan, sehingga bisa diajak bersyukur atas makanan yang tersedia. Kemampuan bersyukur bukanlah hal yang tumbuh begitu saja melainkan hadir atas proses pembiasaan yang dibangun dengan konsisten. Makanan adalah hal konkrit yang bisa menjadi media menumbuhkan rasa tersebut. Bukankah Allah menambah nikmat bagi Hamba-Nya yang bersyukur

 

Selamat membangun kebiasaan yang baik melalui proses makan yha, Ayah Bunda

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat