KETULUSAN HATI ANANDA YANG MENYENTIL KAMI PARA GURU

MELAKUKAN PERUBAHAN DENGAN PROSES YANG MENYENANGKAN
14/03/2019
KONSISTENSI DALAM MEMPERBAIKI AKSI
15/03/2019

(Belajar dari Cara Ananda Menyelesaikan Konflik)

Ayah Bunda,
“Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”. Sungguh sekuat-kuatnya kami berupaya, perjuangan mendampingi Ananda tetap diuji dengan kejadian yang tak diinginkan oleh siapapun.

Suatu kali, dua Ananda kami bermain sedemikian seru hingga terbentur dan luka. Kejadian yang hanya dalam hitungan sepersekian detik.

Ananda yang luka, segera diberikan pertolongan dan apapun kronologisnya, kami wajib menjadikan ini pembelajar dan berbenah diri sepenuh hati dan pikiran.

Ada hal yang menyentuh hati dan membuat mata berkaca-kaca…
.
Ketika Ananda yang luka tetap memutuskan sekolah keesokan harinya dan kehadirannya disambut oleh Ananda yang jadi teman bermainnya saat kejadian tersebut tanpa sengaja mendorong.

Tak hanya disambut…
Ananda tersebut membawakan tas temannya hingga disimpan ke dalam loker. Di sesi berbaris pagi, ia memeluk temannya dan meminta maaf.

Tak puas dengan ungkapan penyesalannya, di sesi snack time, ia membagi bekalnya kepada teman yang luka.

MasyaAllah….
Kami sungguh belajar dari dua jiwa yang hatinya tulus dan lugu ini.

Ada rasa haru…
.
Ada rasa malu…
.
Anak-anak ternyata jauh lebih kuat hatinya dalam memaafkan dan meminta maaf.

Benar adanya bahwa kesalahan yang dilakukan anak-anak sejatinya bentuk dari belum mampu dalam berperilaku tertentu… Bukan dikarenakan keinginan merusak atau menyakiti.

Bekerja di pendidikan usia dini banyak memberikan kami kesempatan belajar mendewasakan diri.

Terimakasih, Ananda tersayang…
Kisah ini akan selalu membekas di hati kami para bunda guru…
Ananda adalah guru kehidupan bagi kami.

Terimakasih, Ayah Bunda…
Atas segala pengertian, kelapangan hati dan dukungannya untuk kami semua.

Semoga Allah SWT limpahkan kebaikan yang berlimpat ganda bagi keluarga Ayah Bunda…

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat