MANUSIA YANG BERINTEGRITAS

SESI BELAJAR PARA ORTU & BUNDA GURU (Workshop Mother Culture bersama Ibu Ellen Kristi)
28/08/2019
BELAJAR DARI AYAH BUNDA (Sesi Guest Teacher)
09/09/2019

Ayah Bunda,
Berapapun banyak aturan, betapapun tegasnya hukuman, bagaimanapun menggiurkannya sogokan, tak akan pernah cukup untuk menghapus perilaku-perilaku buruk yang berujung pada kerusakan.

Tak hanya alam yang rusak, manusia dan tatanan kehidupan pun dipertaruhkan dan mengkhawatirkan ketika dunia hanya dipenuhi jiwa yang berkualitas buruk dan kosong nilai-nilai illahiyah.

Patuh hanya saat diawasi dan disuruh. Melanggar ketika sendirian. Lupa bahwa ia jiwa yang sedang diawasi Sang Maha Menatap.

Lupa pula bahwa ketaatan adalah untuk kepentingan dirinya sendiri. Seolah perbuatan baiknya hanya untuk keuntungan orang lain dan perilaku buruknya seolah tak berdampak bagi dirinya dan orang lain.

Setiap detik kehidupan kita disusahkan oleh jiwa-jiwa yang miskin ini. Setiap detik pula hidup kita susah akibat miskinnya jiwa sendiri…

Maka, apa asupan yang kita suapi pada jiwa…?
Atau asupan hanya berkutat pada jasad saja…?
Bahkan asupan jasad pun tak lebih baik pula kualitasnya dari jiwa…?
Lahirlah manusia yang lemah diri, lemah budi…

Ayah Bunda,
Menyuapi jiwa sangat menantang…
Hasilnya tak seketika…
Namun ketika salah langkah, dampak buruknya tak mudah dilepas. Menjadi perangai sepanjang hayat…

Ayah Bunda,
Jiwa perlu diasupi dialog berkualitas. Bacaan yang berkualitas. Pengalaman yang berkualitas. Berkualitas bukan berarti mewah dan selalu nyaman. Diperlukan sesi menantang dan menggugah pikiran.

Kita membutuhkan anak-anak yang bertumbuh menjadi pengelola dunia yang membawa kemaslahatan, bukan kerusakan. Perlu keluarga cerdas dan sekolah yang berpihak pada cita-cita yang prosesnya tak bisa cepat-cepat ini….

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat