MELAMBAT DI DUNIA YANG SERBA CEPAT

MENGENAL DIRI, MANDIRI & KOLABORASI
16/08/2019
“Zero Plastic” di Alifa Kids (Gerakan bersama untuk Ayah Bunda Alifa Kids & Ortu lainnya)
23/08/2019

Ayah Bunda,
Di tengah gaya hidup yang serba cepat bahkan instan, kita perlu teguh untuk tak terseret latah bergegas dalam proses mendidik.

Tentunya kita paham bahwa buah yang digegas matang selalu saja tak senikmat yang matang pada waktunya.

Mendidik jiwa Ananda juga demikian. Berbagai “panggung” unjuk kebolehan dan pencapaian Anak yang dipajang di sosial media boleh jadi mengintimidasi.

Di sinilah keteguhan hati ortu diuji. Apakah kita bersedia “melambat” dan menghargai proses yang anak butuhkan, ataukah ikut bergegas dan menggegas…?

Prinsip mendidik yang perlu kita pegang erat adalah bahwa perjalanan yang kita hadapi ini dalam rangka membantu Ananda untuk mampu hidup mandiri dan menebar solusi bagi semesta, terutama ketika sudah tak lagi bersama orang tuanya…

Skill dan kebisaan-kebisaan akademis sejatinya hanyalah perkara ringan. Karakter diri yang dibawa dari nilai-nilai keluargalah yang perlu dibekali dengan ragam percakapan.

Namun ini bukan pekerjaan ringan. Kita pun orang dewasa terlanjur terbiasa diperlakukan sebagai produk. Melihat sesuai hanya dari kegunaan/ fungsi semata. Jika sudah tak berfungsi atau tak dapat memuaskan kepentingan diri lalu dihilangkan…

Padahal mendidik sejatinya perjalanan memberi makan akal budi. Proses yang “ga asik” karena nyaris tak “instagram-able”.

Keluarga yang tangguh, tak akan terusik dengan berbagai pencapaian ala “Key Performa Indicator”. Karena anak bukanlah produk yang mesti lulus Quality Control (QC). Tak ada istilah “reject” dalam diri mereka.

Justru boleh jadi proses pendidikan keluarga dan sekolah yang agaknya masuk kategori “reject” dalam membersamai anak menjadi manusia yang utuh…
Manusia yang diamanahi Allah SWT sebagai wakilnya untuk menjaga dunia…

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat