MEMANTIK JIWA, ATAUKAH MEMADAMKAN POTENSINYA?

KARENA MEREKA AKAN MEMILIKI KEHIDUPAN SENDIRI (Program Fullday : Menyediakan Lingkungan yang Kondusif)
29/07/2019
MENGENAL DIRI, MANDIRI & KOLABORASI
16/08/2019

Ayah Bunda,
“Bertugas”, demikianlah hakikat anak diizinkannya hadir di pangkuan kita…
Ia diberikan tugas oleh Tuhannya, diharapkan kehadiran karya oleh Bangsanya, dinanti-nanti kontribusi oleh agamanya…

Atas tak mudahnya tugas yang menanti ini, Allah SWT bekali ia dengan Jiwa + Hati + Pikiran + Jasad…

Pertanyaannya, sudahkah mereka digugah dan diasupi gizi bagi keempat dimensi dirinya ini…?

Ataukah, yang terjadi justru proses memadamkan api potensi dengan dalih “demi kebaikannya”, yang justru berisi ambisi dan selera orang dewasa tanpa ia pernah ditanya dan didengarkan sepenuh jiwa raga…

Hadir di dekatnya bukanlah satu-satunya bukti cinta. Adakah interaksi bermakna dan diskusi memperkaya akal budinya…?

Diajakah ia menelisik ke dalam dirinya dan penasaran pada apa yang ada di sekitarnya…?

Sosok jenius ini nasib karakter dan karir dirinya sangat bergantung kepada bagaimana ia dibesarkan…

Dan proses membesarkannya adalah bagian dari proses mendidik diri sang pendidik itu pula (Guru + Ortu)

Tangguhkah kita, disambut dengan sukacitakah prosesnya atau dengan gundah gulana dan maunya serba cepat bisa…?

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat