PENYEBAB RUSAKNYA KEPERCAYAAN DIRI ANAK (Pengaruh Lingkungan terhadap Percaya Diri Anak)

KOQ ANAK SAYA GA SECERDAS ANAK LAINNYA? (Menjawab Keresahan Orangtua)
13/04/2018
Makan Lahap Tanpa Disuapi
20/04/2018

Ayah Bunda,

Setiap anak yang dilahirkan telah dibekali dengan rasa percaya diri + rasa ingin tahu + bebas secara emosi. Namun perlahan ketiga hal ini terkikis dalam diri anak dikarenakan lingkungan yang kurang baik, berupa tontonan, bacaan ataupun obrolan yang ia dengan sehari-hari.

 

Pernahkah Ayah Bunda memperhatikan ekspresi Ananda ketika ia melihat iklan di televisi ataupun ketika asik dengan gadgetnya ? Seringnya informasi yang belum sesuai usia diartikan berbeda oleh Anak usia dini. Anak belum mengenal konsep yang konkrit, ia baru sebatas berpersepsi atas apa yang ia dengar dan lihat, termasuk iklan yang ada di layar yang sejatinya sedang memberikan persepsi baru kepada penontonnya.

 

Bahwa, putih dianggap sebagai warna kulit terbaik, mancung dianggap yang terbaik, dan banyak hal lainnya yang menghantui sebagian besar pemikiran kita.

Orang tua tanpa sadar telah membiarkan informasi yang tidak benar ini dilihat dan didengar oleh anak-anak. Tidak mengherankan jika kita mendengar anak usia dini pun sudah ada yang bisa berkomentar:

“aku ga putih, aku ga cakep ya, ma…?”

 

Anak yang tadinya bahagia, senang dan percaya diri, tiba-tiba saja diganggu persepsinya dengan informasi yang keliru. Bukankah kulit yang berwarna pun membuat seseorang manis…?

 

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua agar rasa percaya diri anak tidak rusak oleh lingkungan:

 

🍓1. Berikan pujian. Walaupun rasa percaya diri bisa dibangun dari prestasi yang berbentuk non fisik, namun kepercayaan diri secara fisik juga perlu dikuatkan. Ayah Bunda sebaiknya menyempatkan waktu untuk memuji ananda secara fisik. Agar ia pun merasa nyaman dengan dirinya. Sesederhana bahwa matanya indah karena sering tersenyum dan bersemangat saat bercerita.

 

🍓2. Dampingi setiap kali ia berada di depan gadget atau televisi. Bangun komunikasi dua arah yang membahas tentang persepsi ‘apa itu cantik/ ganteng”. Tumbuhkan pemahaman bahwa apapun yang ia miliki saat ini adalah yang terbaik dan tak satupun yang Allah ciptakan itu buruk.

 

🍓3. Anak mencontoh. Seringnya tanpa sadar, anak justru mendapat persepsi yang kurang baik dari orang tua. Semisal ketika ia melihat dan mendengar obrolan sesama ibu yang sering membahas betapa ia tidak nyaman dengan kondisi dirinya (wajah yang mulai berkerut atau kulit yang kurang cerah bahkan tinggi badan yang kurang ideal). Informasi semacam ini mampu merusak persepsinya tentang rasa syukur dan rasa nyaman terhadap diri sendiri. Berhati-hatilah, Bunda… Tentu kita tidak ini anak-kita menjadi pribadi yang mudah minder, bukan…?

 

🍓4. Perilaku adalah yang utama. Jelaskan dan bangun dialog bahwa yang terpenting adalah perilaku yang baik, senang belajar dan mampu menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri, serta bersyukur dengan apa yang Tuhan telah berikan.

 

Ayah Bunda,

Seseorang yang nyaman dan bahagia dengan dirinya akan lebih mudah menyenangkan dan membahagiakan orang lain. Sebaliknya, mustahil bagi seseorang untuk membahagiakan orang lain jika ia sendiri tidak nyaman dengan dirinya. Kesuksesan dan prestasi hebat hanya dilahirkan dari pribadi yang merasa bahagia, bukan dari orang yang merasa kekurangan apalagi minder

 

Silakan dibagikan (share) jika bermanfaat yha, Ayah Bunda… 🙂 🙂

 

==============

Ayah Bunda,

Pendaftaran siswa baru telah dibuka.

Kapasitas kelas di Alifa Kids sangat terbatas.

 

Untuk informasi detailnya silakan inbox atau via Call Center : 0812 2272 2226

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat