PRIBADI YANG SANTUN (Inspirasi dari Ananda Nindy)

BATIK BUKAN SEKEDAR HIASAN
02/10/2018
LAUT SUMBER KEHIDUPAN
03/10/2018

Ayah Bunda,

Peduli, mau berbagi tanpa merasa rugi bukanlah karakter yang tumbuh sendiri.

Diperlukan role model (teladan) dan stimulus dalam keseharian.

 

Ketika karakter diri ini tumbuh dalam diri setiap anak, sebenarnya kita sedang menitipkan pengelolaan dunia ini kepada jiwa yang bisa diandalkan.

 

Pendidikan kepada anak-anak sejatinya bukan tentang dirinya seorang melainkan akan berpengaruh kepada kehidupan yang lebih luas. Ketimpangan yang kita lihat pastinya dimulai dari perilaku satu orang yang akhirnya diikuti oleh orang lain sehingga menjadi standar ‘kewajaran’ yang baru.

 

Tumpukan sampah di suatu tempat yang merusak lingkungan dimulai oleh tindakan seseorang lalu diikuti oleh orang lain dan pihak lainnya menganggap itu wajar lalu memaklumi.

 

Kita butuh jiwa seperti Ananda Nindy yang berani mengatakan dan menegur perilaku yang tak tepat karena kepedulian terhadap lingkungan terkecilnya.

Di keseharian, tak hanya membimbing teman, namun juga memberi contoh dengan komunikasi yang santun.

 

Terimakasih, Ayah Bunda yang telah mempercayakan Ananda kepada kami.

 

Mendidik jiwa titipan Allah bukan perkara sederhana. Tantangan bagi orang tua dan sekolah untuk tak terjebak dalam pola pikir serba instan dan lupa menjadi teladan.

 

Semoga Ananda Nindy mampu merawat karakter diri yang sudah mulai tumbuh ini.

—–

Implementasi Karakter Adil, dimensi Kesantunan.

 

Karakter A.L.I.F.A

A : Amanah

L : Loyal pada Allah SWT

I : Inisiatif

F : Fathonah

A : Adil

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat