PROSES BELAJAR ANANDA ARUNA (Berbagi, Menyenangkan hati)

Menjawab Pertanyaan-Nya Nanti. (Mendidik Sepenuh Diri & Hati)
11/09/2019
PROSES BELAJAR ANANDA BALQIS (Berlatih Menunjukkan Sikap Yang Tepat)
20/09/2019

Ayah Bunda,
Orang dewasa tanpa sadar cenderung membangun relasi transaksi dengan anak. Menuntut hasil dan menutup mata dari proses dan upaya. Sehingga jarang sekali muncul apresiasi pada saat anak sedang berproses.

Di Alifa Kids, proses adalah yang utama. Pendidik hadir mengamati dan mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan Ananda. Tak ada proses yang instan. Kalau pun ada, ia tak akan bertahan permanen. Sementara, yang diharapkan adalah kecerdasan jiwa yang melekat dan bertahan lama.

Seperti Ananda Aruna, telah berproses sehingga perilaku berbagi dengan senang hati telah muncul dari dalam dirinya. Mampu menyadari mana yang bisa ia bagi dan mana yang tidak.

Anak sejatinya minim akan pengalaman dan pelajaran hidup. Tugas pendidiklah (orang tua & guru) untuk memberikan stimulus kepada ananda agar menjadi pribadi yang lebih baik dan matang.

Egosentris adalah sifat alami anak. Ia memandang segala sesuatu berdasarkan perspektifnya. Pun, ia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya. Itulah mengapa, kita bisa memaklumi ketika anak belum mau berbagi dan ingin mempertahankan benda-benda (makanan) yang menjadi miliknya.

Namun demikian, konsep berbagi perlu diperkenalkan kepada ananda sebagai wujud kesalehan sosial. Pemberian stimulus secara konsisten dan sesuai dengan perkembangan anak akan membantunya memahami bahwa berbagi adalah salah satu wujud ibadah sosial yang diperintahkan Allah. Anak akan memahami bahwa ia berbagi adalah perilaku yang disukai oleh Allah. Adanya keinginan menjadi hamba yang dicintai Allah kemudian mendorong ananda untuk berbagi.

Ternyata, ketika satu konsep telah tumbuh di diri anak ia sangat mudah mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari bahkan mengembangkannya. Semula, ia perlu selalu diberikan stimulus untuk berbagi. Lama-kelamaan, ia inisitif berbagi makanan yang dianggap terlalu banyak untuk dirinya kepada teman meski tidak ada guru yang memerintahkannya. Itulah, keajaiban karakter yang tumbuh sejak usia dini, ia akan menancap dalam di lubuk hati anak dan menjadi dasar bagi dirinya untuk bertingkah laku.

======
Karakter A.L.I.F.A
A : Amanah
L : Loyal pada Allah SWT
I : Inisiatif
F : Fathonah
A : Adil

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat