SESI BELAJAR PARA ORTU & BUNDA GURU (Workshop Mother Culture bersama Ibu Ellen Kristi)

“Zero Plastic” di Alifa Kids (Gerakan bersama untuk Ayah Bunda Alifa Kids & Ortu lainnya)
23/08/2019
MANUSIA YANG BERINTEGRITAS
04/09/2019

SESI BELAJAR PARA ORTU & BUNDA GURU
(Workshop Mother Culture bersama Ibu Ellen Kristi)

Ayah Bunda,
Jika saatnya datang dan DIA bertanya pada kita satu per satu :

“Telah engkau apakan TitipanKU ??!!”

Jawaban apa yang akan diberikan…?
Apakah jawaban yang teramat ‘remeh -temeh’ :

“Telah ku beri ia makan, ku gemukan tubuhnya. Ku kirim ia ke sekolah dan belajar agar ia tak miskin”

Sependek inikah kepahaman kita tentang arti peran sebagai orang tua..?
Selemah itukah tanggungjawab sebagai orang tua…?

Anak adalah jiwa + raga + hati + pikiran.
Utuh, tak terpisah…
Semuanya membutuhkan ‘makanan bergizi’.

Karena tak mudahnya peran sebagai orang tua, Alifa Kids memfasilitas beberapa ortu dan bunda guru untuk terlibat dalam sesi belajar bersama ibu Ellen Kristi tentang materi Mother Culture. Beliau mendedikasikan diri mencerna secara utuh, mendalam dan mempraktikan tentang konsep pendidikan Charlotte Mason. Sosok pendidik yang hidup di zaman Inggris Victorian yang telah berhasil mendidik anak + guru + ortu secara bersamaan.

Dalam sesi workshop ini, para pendidik (ortu + guru) digugah untuk menyadari bahwa keberadaan kita sejatinya seperti atmosfir. Udara yang senantiasa dihirup oleh anak, di mana pun kita berada….

Seluruh perilaku + perasaan + pikiran kita menjadi bekal hidup bagi ananda… Tak peduli apakah bekal itu bersih dan menyehatkan ataukah merusak bahkan beracun, anak tetap selalu menghirupnya. Tak peduli apakah kita berada di dekatnya atau berjauhan, anak tetap menghirupnya…

Atas dasar inilah, menjadi orang tua yang selalu bertumbuh dan piawai mengelola jiwa dan jasad menjadi hal utama. Bahkan semestinya dipersiapkan jauh sebelum meminta Tuhan menitipkan ciptaannya pada kita…

Dalam sesi ini juga digugah bahwa peran mulia bukan sebatas tertaut pada jabatan. Tak perlu malu menjadi orang rata-rata. Malulah jika menjadi orang yang hebat, hebat kemalasan dalam bertumbuh dan belajarnya.

Kehebatan tak ada hubungannya dengan harta. Melainkan kemampuan mendidik diri dan keluarga agar senantiasa selaras dengan kehendak Tuhan dan menjadi AbdiNya…

Sebagai orang tua, khususnya ibu, selalu ada tantangan dalam mendidik anak dan mendampingi pasangan. Dengan kesadaran ini semestinya kemampuan bertumbuh perlu diupayakan sungguh-sungguh. Jika seorang ibu/ istri mengalami perlakuan tak patut, di kali pertama boleh jadi itu bukan salahnya. Namun jika perlakuan itu terjadi lagi, maka 100% itu salah dirinya. Karena pasti ada hal yang ia lakukan atau yang tidak ia lakulan sehingga peristiwa itu (layak) ia terima.

Sebagai orang tua (ibu), mengambil sikap mental bertanggungjawab adalah modal utama. Tak ada tempat untuk berlaku sebagai korban. Anak butuh “pelaku”. Pelaku atas perubahan keadaan menjadi lebih baik.

Sekedar memiliki anak bukanlah prestasi. Beragam lapisan tanggungjawab menanti dalam peran ini. Apakah bersedia membersamai anak dan keluarga dalam nuansa belajar dan bertumbuh tanpa henti atau sekedar ada, hidup lalu mati…?

Comments

comments

Comments are closed.

WhatsApp chat